Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) merevisi rencana capex menjadi US$400-500 juta dari rencana awal US$650-700 juta. Namun, analis masih memberi rekomendasi beli untuk emiten ini.
Saat ini ADRO diperdagangkan dengan PE 2012 sebesar 10,3 kali dan EV/EBITDA 4,1 kali,” Setelah memfaktorkan revisi tersebut, kami rekomendasikan beli emiten ini dengan target harga Rp1.700,”ujar Sally Agustina dari Samuel Sekuritas.
Perseroan merevisi target dengan menunda pembelian alat berat, mengingat kapasitas armada yang dimiliki masih mencukupi untuk mencapai target produksi.
Perseroan telah memutuskan untuk menurunkan target produksi menjadi 48-51juta ton dari sebelumnya 50-53 juta ton, dengan pertimbangan kondisi pasar batu bara yang kurang baik. Hingga 1H12, perseroan telah memproduksi 23.01 juta ton atau 47.93% dari revisi target minimum sebesar 48 juta ton.
sumber : inilah.com