London - Bursa saham Eropa berpotensi untuk bergerak volatile pada perdagangan Rabu (6/3/2013). Investor masih menunggu pemerintah baru di Italia.
Indeks telah menguat tajam pada perdagangan Selasa kemarin. Untuk itu ada peluang indeks akan kehilangan pendorong hari ini seiring dengan ketidakpastian politik di Italia.
Presiden Italia, Giorgio Napolitano sedang mempertimbangkan untuk membentuk pemerintahan baru yang terdiri dari para teknokrat atau bukan politisi. Terobosan ini menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi kebuntuan politik. Demikian mengutip cnbc.com.
Pasar juga mencermati perkembangan di Venezuela dengan meninggalnya Presiden Hugo Shavez. Dia meninggal karena sakit kanker sejak dua tahun lalu dan mengakhiri 14 tahun kepemimpinannya yang kontroversial. Pasar yakin , kepergiannya tidak langsung mengubah arah industri minyak negara tersebut. Venezuela merupakan negara terbesar kedua yang memiliki cadangan minyak mentah.
Sementara penguatan sudah ditunjukkan bursa saham Asia. Hal itu seiring bursa AS yang berakhir positif pada perdagangan dini hari tadi. Indeks Hang Seng naik 0,9%, indeks Shanghai naik 0,7%. Indeks ASX naik 0,8% dan indeks Kospi naik 0,2%.
Dari data ekonomi, pemerintah Uni Eropa mengumumkan perkiraan PDB untuk kuartal keempat 2012. Pada bulan lalu, estimasi PDB turun 0,6% di 17 negara yang menggunakan euro. Namun PDB sebesar 0,5% untuk 27 di negara Uni Eropa.
sumber : inilah.com