COMPOSITE 5155.09 33.69   AGRI 1926.67 38.49   MINING 1597.89 -9.14   BASIC-IND 630.08 1.2   MISC-IND 1290.56 25.33   CONSUMER 2174.87 28.61   PROPERTY 519.09 7.85   INFRASTRUC 1078.85 7.19   FINANCE 668.59 -1.83   TRADE 912.57 9.04   MANUFACTUR 1384.39 16   LQ45 869.64 4.77   JII 701.25 6.46   MBX 1472.55 9.34   DBX 758.22 5.92   KOMPAS100 1123.77 7.9   BISNIS-27 431.04 1.81   SRI-KEHATI 278.11 1.4   PEFINDO25 538.11 12.77   IDX30 443.12 2.33   
M-One Chat

Call Center 021 7917 5990

Belum ada sinyal pelemahan IHSG

Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) telah kembali ke zona hijau. Kondisi ini tentu menjadi hal yang paling ditunggu oleh pelaku pasar. Sebab, mereka dapat hunting saham sebelum mengalami pelemahan lagi.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, tidak disangka geraknya saham global berimbas positif pada laju IHSG. Sehingga terjadi penguatan setelah banyaknya berita stimulus yang akan dijalankan oleh perbankan global.

"Data ekonomi AS dan Eropa menunjukkan kenaikan di sektor manufakturnya sehingga makin menambah kabar positif dan turut menghijaukan IHSG," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (7/3).

Pergerakan saham Eropa masih berada di bukit hijau setelah laju bursa Asia dan indeks futures AS mengkonfirmasi kenaikan. Apresiasi indeks saham Eropa juga dipicu rencana beberapa emiten untuk membagikan dividen.

Untuk bursa saham AS, diperkirakan akan bervariatif mencoba menguat kembali. Saham Asia mencoba melanjutkan positif pasca penguatan yang terjadi di Eropa dan AS.

Dengan demikian, dia memprediksi IHSG pada hari ini, Kamis (7/3) pada support 4695-4733 dan resistance 4782-4791.

Dia melihat, sejauh ini belum ada tanda-tanda atau sinyal menuju pelemahan. "Tampaknya IHSG sama sekali tidak mendekati target support (4695-4733) sehingga tidak membuka pelemahan lanjutan. Seharusnya IHSG dapat bertahan di zona hijau yang didukung oleh sentimen yang mengkonfirmasi masih adanya peluang pergerakan positif," katanya.

Adapun saham-saham yang perlu dicermati pada hari ini, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Lippo Cikarang Tbk (LPKR), PT Ciputra Property Tbk (CTRP), PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Multipolar Tbk (MLPL).


sumber : merdeka.com